CCTV, HD CCTV, Video Surveillance Network IP Camera, IP CCTV, Wireless Access Control, Fingerprint, RFID Turnstiles, Barrier Gates, Auto Gates Alarm, SOS Button, Security Systems Command Center, Video Wall, PSIM
>

CCTV dengan Camera CCTV atau Kamera Pengintai, perekam DVR, dan teknologi HD CCTV untuk kebutuhan industri dan bisnis di Jakarta dan Indonesia.

CCTV, Kamera CCTV, HD CCTV Camera | Aetherica Jakarta Indonesia

CCTV (Close Circuit Television) dari CCTV Aetherica Jakarta Indonesia dengan CCTV Camera atau Kamera CCTV, Security Camera, Pan-Tilt-Zoom PTZ Camera, Indoor Dome Camera, Outdoor Infra-Red Bullet Camera, dan DVR (Digital Video Recorder), dengan berbagai pilihan teknologi dan jenis CCTV seperti Analog SD CCTV, Analog HD CCTV (HD-TVI atau Turbo HD), dan IP CCTV atau Network IP Camera.

CCTV Aetherica Jakarta ( PT Aetherica Itanusa Persada ) yang berbasis di Jakarta Indonesia adalah perusahaan penyedia CCTV yang memberikan solusi dan layanan dengan harga CCTV dan paket CCTV yang dirancang khusus berdasarkan spesifikasi teknis dan kebutuhan untuk menunjang manajemen kontrol dan produktifitas perusahaan, pengawasan dan keamanan di area industri dan pabrik (factory & production plant), pemantauan area pergudangan (storage & warehouse), gedung perkantoran (office building), gedung perparkiran (parking building / multi-storey car park), area konstruksi (construction site), terminals & container yards, fasilitas perbankan (banking facilities), cash processing centre atau CPC, konsulat asing dan kedutaan besar (foreign embassy & consulate), sekolah dan lembaga pendidikan (school, college, university), gedung apartemen dan residensial, dan berbagai jenis kebutuhan lainnya.

Anda dapat menghubungi kami di HOTLINE (021) 22473700 atau melalui Contact Form untuk mengetahui lebih lanjut mengenai solusi dan layanan CCTV, HD CCTV, dan sistem Video Surveillance lainnya dari CCTV Aetherica Jakarta ( PT Aetherica Itanusa Persada ) .

Saat ini mungkin Anda ingin mengetahui beberapa hal mengenai CCTV. Seperti teknologi dan jenis CCTV manakah yang tepat dan efektif untuk memenuhi kebutuhan Anda dan perusahaan Anda? Jenis kamera dan perangkat CCTV apa saja yang diperlukan dan bagaimana teknis penggunaan dan biayanya? Kami akan mencoba secara ringkas untuk menjelaskannya kepada Anda.

CCTV adalah singkatan dari "Close Circuit Television" atau "Televisi Sirkuit Tertutup", sebagai istilah yang digunakan untuk membedakannya dengan televisi biasa yang menggunakan transmisi broadcast atau penyiaran ke publik yang bersifat "terbuka" (open). Namun istilah CCTV telah menjadi generic-term atau istilah umum untuk semua jenis Video Surveillance System atau sistem pemantauan melalui video, baik dengan teknologi CCTV analog maupun IP network.

Types of CCTV Cameras

Terdapat berbagai pilihan jenis kamera CCTV untuk beragam situasi dan kondisi, seperti kamera Infra-Red (IR) untuk kebutuhan pemantauan dalam kondisi tanpa cahaya atau pada malam hari, baik dalam bentuk Turret atau Dome Camera yang biasa digunakan di dalam ruangan (indoor), maupun dalam bentuk Bullet Camera ("bullet" atau "peluru", karena bentuknya yang menyerupai selongsong "peluru") yang dibuat untuk penggunaan di luar ruangan (outdoor) dengan tingkat rating "Ingress Protection" IP66 dan IP67 dengan perlindungan terhadap masuknya debu dan air ke dalam (dust & water resistant) dan tahan cuaca (weatherproof); juga ada kamera Pan-Tilt-Zoom (PTZ) Speed Dome yang dilengkapi dengan motor penggerak kamera yang dapat memutar 360 derajat horizontal (Pan), bergerak ke atas dan ke bawah secara vertical (Tilt), serta kemampuan pembesaran optikal 20-30X (Optical Zoom) dengan jarak pandang hingga 200-300 meter; atau C/CS-mount box camera dengan lensa yang dapat diganti sesuai kebutuhan area cakupan (coverage) serta jarak pandang; dan jenis-jenis kamera CCTV lainnya.

Secara garis besar terdapat dua teknologi yang biasa digunakan dalam sistem CCTV. Pertama adalah teknologi "Analog Video Surveillance" (Analog CCTV) yang menggunakan Analog CCTV Camera, dan kedua adalah teknologi "Network Video Surveillance" (IP CCTV) yang menggunakan IP Camera. Perbedaan Analog CCTV dengan IP CCTV atau IP camera adalah pada signal yang ditransmisikan dari kamera. Sistem CCTV Analog menggunakan transmisi sinyal analog via kabel coaxial, sedangkan sistem IP CCTV dengan IP camera menggunakan transmisi sinyal digital melalui jaringan TCP/IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol) baik dengan kabel (wired) maupun nirkabel (wireless).

Teknologi CCTV "Analog" bukan berarti tidak memiliki teknologi dan komponen digital sama sekali. Baik Analog CCTV maupun IP CCTV sama-sama menggunakan perpaduan hardware dan software dengan komponen perangkat elektronik dan digital. Sistem CCTV Analog sudah cukup lama menggunakan alat perekam DVR (Digital Video Recorder), dimana video atau gambar bergerak yang diterima dari transmisi sinyal analog dikonversikan menjadi format video digital dan disimpan ke dalam media penyimpanan cakram keras atau Hard Disk Drive (HDD) dengan format kompresi video digital seperti H.264 dan MPEG.

Analog Video Surveillance System Schematic - Skematik dan Topologi Sistem Analog CCTV

Network Video Surveillance System Schematic - Skematik dan Topologi Sistem IP CCTV

IP CCTV dan Analog CCTV sama-sama memiliki fitur Remote Monitoring (Live CCTV Online) dimana pemantauan langsung dari jarak jauh dapat dilakukan secara real-time dengan menggunakan komputer, laptop, handphone, tablet, atau mobile device lainnya yang terhubung dengan Internet. Kamera CCTV Analog terhubung atau terkoneksi ke jaringan internet melalui DVR (Digital Video Recorder). Sedangkan untuk Kamera IP, dapat terhubung langsung ke jaringan via network switch / hub ataupun melalui NVR (Network Video Recorder).

Pengembangan teknologi Analog CCTV terbaru yaitu High Definition (HD) CCTV dengan salah satu standar terbarunya yaitu HD-TVI (High Definition Transport Video Interface) yang mampu menampilkan resolusi Full HD 1080p (1920×1080 pixels) akan memberikan kualitas gambar yang lebih baik pada saat pembesaran atau "zoom". Hal ini sangat penting dalam proses identifikasi dan verifikasi wajah atau identitas, maupun identifikasi objek lainnya seperti plat nomor kendaraan, label barang atau container, verifikasi keluar-masuknya barang, dan sebagainya. Sebelum adanya High Definition (HD) CCTV, sistem Analog CCTV "Standard Definition" (SD) memiliki batasan resolusi D1 (PAL: 720×576 pixels) dan 960H (PAL: 960×576 pixels).

Full HD1080p vs D1 resolution - Perbedaan Resolusi Full HD1080p dengan D1

Saat ini jika dilihat dari harga per kamera serta biaya sistem secara keseluruhan, sistem Analog CCTV dan HD CCTV (HD-TVI) masih relatif lebih ekonomis jika dibandingkan dengan sistem IP CCTV dengan network IP camera. Teknologi HD-CCTV (HDTVI) juga memiliki jangkauan transmisi sinyal via kabel yang lebih jauh hingga 500 meter dengan menggunakan kabel coaxial RG59 / RG6, melebihi jangkauan teknologi analog via coaxial sebelumnya yang hanya dapat mencapai jarak 200~300 meter. Dari sisi biaya instalasi (jika harus membangun infrastruktur dari awal), HD-TVI memiliki kelebihan dibandingkan dengan Network Video Surveillance dengan Kamera IP yang membutuhkan investasi infrastruktur TCP/IP network, yang jika menggunakan kabel UTP / STP (Unshielded / Shielded Twisted Pair) seperti kabel Cat5e (Category 5e), akan memiliki batasan jangkauan hingga 100 meter sehingga perlu disambung kembali dengan network switch/hub, extender, atau jaringan fiber-optic untuk mencapai jangkauan jarak yang lebih jauh.

Penggunaan untuk tugas-tugas yang membutuhkan pemantauan real-time secara langsung juga menjadi salah satu kelebihan sistem CCTV Analog, karena hampir tidak adanya "latency" atau "jeda waktu" (delay) pada tampilannya. Berbeda dengan IP CCTV dengan kamera IP yang harus melalui proses kompresi digital di kamera dan encoding-decoding pada saat transmisi sinyal digital melalui jaringan network TCP/IP, sehingga memiliki latency dengan interval waktu pada umumnya sekitar 1-2 detik (atau lebih - jika terjadi kepadatan bandwidth dalam jaringan, atau hal teknis lainnya) antara saat objek tertangkap di kamera dan saat objek terlihat di layar monitor.

Pada umumnya Analog CCTV dan HD CCTV (HDTVI) sudah dapat memenuhi hampir semua jenis kebutuhan pemantauan dengan perhitungan rasio performa dan cost yang sangat signifikan. Namun jika Anda mempunyai kebutuhan khusus seperti penggunaan Video Analytics dengan kamera 4K Ultra High Definition (UHD), atau Panoramic dan Fisheye camera yang dapat melihat beberapa area pemantauan pada saat bersamaan, maka kebutuhan khusus tersebut saat ini akan dapat dipenuhi secara lebih efektif dengan teknologi kamera IP dan sistem IP Network CCTV atau Network Video Surveillance System. Dan apabila perusahaan Anda telah memiliki infrastruktur jaringan network TCP/IP dengan gigabit LAN, fiber-optic network, dengan dedicated server hingga data center maka penggunaan IP CCTV (Network Video Surveillance) dengan IP camera mempunyai kelebihan pada tingkat scalability dan fleksibilitas integrasi dengan infrastuktur jaringan IP kabel (wired) dan nirkabel (wireless) yang ada.

Selain itu IP network camera juga memiliki pilihan jenis kamera yang lebih beragam dengan berbagai pilihan resolusi Megapixel (MP) yaitu mulai dari HD 720p (1MP), Full HD 1080p (2MP), 3MP, 5MP, 8MP, 20MP, hingga 40MP. Kamera IP juga dapat diintegrasikan dengan software Intelligent Video Analytic dan Video Management System (VMS) dengan pengembangan aplikasi berbasis visual serta penggunaan fungsi object tracking, motion detection, missing object detection, face counting, intrusion alert, crowd detection, dan sebagainya. Informasi lebih lanjut untuk solusi dan produk IP camera dan Network Video Surveillance via Wired dan Wireless TCP/IP Network dari CCTV Aetherica Jakarta dapat dilihat di halaman IP CCTV / IP Camera.

Namun dengan harga yang lebih terjangkau, teknologi CCTV analog terbaru yaitu HD-TVI (High Definition Transport Video Interface) dapat memberikan hasil pantauan dan rekaman yang setara dengan 2 Megapixel (2MP) IP camera dengan resolusi Full HD 1080p. Selain HDTVI, terdapat beberapa standar teknologi High Definition CCTV lainnya seperti HD-CVI (High Definition Composite Video Interface), AHD (Analog High Definition), HD-MDI (High Definition Medium Dependent Interface), HD-SDI (High Definition Serial Digital Interface) dan ccHDtv (close circuit HDTV). Dari berbagai standar tersebut, saat ini HD-TVI telah menjadi pilihan teknologi standar High Definition CCTV yang digunakan oleh beberapa brand CCTV terkemuka di dunia seperti Hikvision, Avtech, IDIS, Interlogix TruVision (previously GE Security), Nuvico, dan lainnya. Diperkirakan dalam waktu yang tidak terlalu lama, CCTV analog "biasa" dengan resolusi D1 & 960H, sudah tergantikan oleh High Definition (HD) CCTV dengan HD 720p dan Full HD 1080p sebagai "resolusi standar" baru untuk sistem Analog CCTV.

Pada kamera CCTV, terdapat dua jenis Image-Sensor yang biasa digunakan, yaitu CCD (Charge-Coupled Device) yang banyak dipakai pada kamera CCTV analog, dan CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) yang digunakan pada sebagian besar IP camera dan beberapa kamera CCTV analog. Di bulan Januari 2015, Sony sebagai salah satu produsen terbesar CCD di dunia telah menyatakan akan menghentikan produksi CCD dengan masa transisi migrasi dari teknologi CCD ke teknologi CMOS dari tahun 2015 hingga 2020 / 2025. Sehingga dapat disimpulkan bahwa CMOS image-sensor akan menjadi teknologi masa depan untuk hampir semua jenis kamera industri dan profesional (termasuk juga kamera CCTV), seperti yang diulas Basler, produsen kamera digital industri terbesar di dunia dalam artikel CMOS vs CCD Sensor.

CCTV Aetherica Jakarta menyediakan Analog Video Surveillance System dengan berbagai pilihan tipe/model DVR (Digital Video Recorder) dengan kapasitas 4 channel (4 ch), 8 channel (8 ch), 16 channel (16 ch). Satu channel dari DVR terhubung langsung melalui jalur kabel coaxial (RG6 atau RG59) ke satu kamera CCTV. Sehingga 1 unit DVR dengan kapasitas 16 ch dapat menyimpan perekaman untuk maksimal 16 unit kamera CCTV. Beberapa unit DVR dapat digabung dan diintegrasikan dengan konfigurasi sesuai dengan kebutuhan dan banyak kamera yang ada. Sebagai contoh, jika terdapat 56 kamera, maka dapat menggunakan konfigurasi 3 unit DVR 16 ch ditambah 1 unit DVR 8 ch atau konfigurasi 4 unit DVR 16 ch dengan sisa 8 ch yang dapat digunakan untuk penambahan kamera di kemudian hari.

Semua alat perekam DVR (Digital Video Recorder) dari CCTV Aetherica Jakarta menggunakan media perekaman khusus yaitu WD Purple™ Surveillance Hard Disk Drive (HDD) dari Western Digital Technologies Inc. yang dirancang khusus untuk kebutuhan CCTV atau Video Surveillance dengan pengoperasian streaming dan perekaman video non-stop 24 jam. Dibandingkan dengan hard disk biasa, Hard Disk Surveillance memiliki ketahanan (durability) yang lebih tinggi, dengan temperatur/suhu operasional yang relatif rendah, sehingga meminimalkan resiko read-write error pada saat perekaman (recording) dan pemutaran hasil rekaman (playback).

Surveillance Hard Disk Drive (HDD)

Solusi CCTV, HD CCTV, dan Video Surveillance Systems dari CCTV Aetherica Jakarta juga dapat diintegrasikan dengan solusi teknologi dan keamanan dari Aetherica lainnya seperti Access Control, Fingerprint, Biometric, RFID; Security Alarm System, Turnstiles, Pedestrian Barrier Gates, Vehicle Barrier Gates; serta Technology & Security Solutions lainnya.

Silahkan menghubungi Sales Representatif kami di HOTLINE (021) 22473700 atau melalui Contact Form di website kami untuk mengetahui lebih lanjut mengenai CCTV, HD CCTV, dan Video Surveillance Systems dari CCTV Aetherica Jakarta (PT Aetherica Itanusa Persada).

 

Find us on Facebook Follow us on Twitter